Menentukan waktu terbaik beli emas sering menjadi pertanyaan utama bagi pemula maupun investor berpengalaman. Tidak sedikit orang yang menunda membeli emas karena menunggu harga “paling murah”, sementara di sisi lain ada yang rutin menabung emas tanpa terlalu memikirkan naik-turun harga harian.
Pada praktiknya, strategi membeli emas tidak hanya soal waktu, tetapi juga cara dan konsistensi. Dengan pendekatan yang tepat, investasi emas bisa menjadi lebih terencana dan berpotensi memberikan hasil yang lebih baik.
Emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) yang relatif stabil dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, harga emas tetap mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor, seperti:
Dengan memahami waktu terbaik beli emas, investor dapat mengelola risiko lebih baik dan mengoptimalkan hasil investasi dalam jangka panjang.
Banyak orang beranggapan bahwa waktu terbaik beli emas adalah saat harga sedang turun. Pendekatan ini dikenal sebagai strategi timing, yaitu membeli emas pada momen tertentu dengan harapan mendapatkan harga terendah.
Kelebihan strategi timing:
Kekurangan strategi timing:
Tetapi dalam praktiknya, tidak semua orang memiliki waktu dan pengetahuan untuk terus memantau pergerakan harga emas setiap hari.
Sebagai alternatif dari timing, banyak perencana keuangan merekomendasikan strategi DCA (Dollar Cost Averaging). Strategi ini dilakukan dengan cara membeli emas secara rutin dalam nominal yang sama, tanpa terlalu memikirkan harga sedang naik atau turun.
Keunggulan strategi DCA emas:
Dengan DCA, harga beli emas akan dirata-rata seiring waktu, sehingga fluktuasi jangka pendek tidak terlalu berpengaruh.
| Aspek | Strategi Timing | Strategi DCA (Menabung Rutin) |
| Fokus utama | Mencari harga terendah | Konsistensi pembelian |
| Tingkat kesulitan | Tinggi | Rendah |
| Cocok untuk | Investor aktif | Pemula & jangka panjang |
| Risiko emosional | Tinggi | Lebih rendah |
| Kedisiplinan menabung | Tidak konsisten | Sangat konsisten |
Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi DCA lebih relevan bagi mayoritas masyarakat, terutama yang ingin menabung emas secara bertahap dan berkelanjutan.
Beli emas saat harga koreksi adalah strategi membeli emas ketika harganya turun sementara setelah sebelumnya mengalami kenaikan. Koreksi biasanya terjadi karena penyesuaian pasar, bukan karena nilai emas benar-benar melemah.
Agar strategi investasi emas lebih optimal, pembelian saat harga mengalami koreksi perlu dilakukan dengan pendekatan yang terencana. Berikut beberapa aturan yang dapat dijadikan panduan:
1. Pastikan Penurunan Harga Bersifat Wajar
Koreksi harga emas umumnya terjadi dalam jangka pendek dan masih berada dalam tren jangka panjang yang stabil. Fokuslah pada penurunan yang bersifat normal, bukan karena faktor panik sesaat.
2. Lakukan Pembelian Secara Bertahap
Hindari langsung membeli dalam jumlah besar saat harga turun. Pembelian bertahap membantu mengurangi risiko salah timing dan menjaga rata-rata harga beli tetap stabil.
3. Tetapkan Batas Penurunan sebagai Acuan
Gunakan penurunan tertentu, misalnya 3–5% dari harga sebelumnya, sebagai sinyal awal untuk mulai membeli emas. Cara ini membantu keputusan tetap rasional dan tidak emosional.
4. Gunakan Dana yang Sudah Dialokasikan
Pastikan dana untuk membeli emas memang telah disiapkan khusus, bukan berasal dari dana kebutuhan pokok atau darurat. Investasi emas sebaiknya tetap menjaga keseimbangan keuangan.
5. Tetap Fokus pada Tujuan Jangka Panjang
Koreksi harga adalah bagian dari dinamika pasar. Selama tujuan investasi emas bersifat jangka menengah hingga panjang, fluktuasi sementara tidak perlu menjadi kekhawatiran utama.
6. Kombinasikan dengan Strategi Menabung Rutin
Membeli emas saat koreksi akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan strategi menabung rutin, seperti autodebet tabungan emas. Dengan demikian, pembelian tetap konsisten di berbagai kondisi harga.
Berikut beberapa tips investasi emas yang relevan dan mudah diterapkan:
Untuk menerapkan strategi DCA emas secara praktis, Tabungan Emas BSI hadir sebagai solusi yang memudahkan nasabah menabung emas secara digital dan terencana melalui aplikasi BYOND by BSI.
Keunggulan Tabungan Emas BSI:
Dengan fitur kemudahan transaksi, Tabungan Emas BSI membantu nasabah fokus pada tujuan jangka panjang tanpa harus repot memikirkan waktu terbaik beli emas setiap saat.
Selain berinvestasi, BYOND by BSI juga menyediakan fitur donasi dan sedekah. Dengan demikian, proses menabung emas dapat berjalan beriringan dengan berbagi kepada sesama, menjadikan perencanaan keuangan lebih bermakna. BSI #MelayaniSepenuhHati #LangkahEmasBSI
Jawabannya adalah, saat Anda siap dan mampu menabung secara konsisten. Alih-alih menunggu waktu yang “sempurna” dengan strategi timing, justru strategi menabung emas rutin dengan DCA terbukti lebih stabil dan mudah dijalankan dalam jangka panjang.
Dengan dukungan tabungan emas digital dan fitur autodebet, investasi emas dapat menjadi kebiasaan positif yang ringan, terukur, dan terencana.
Mulai langkah Anda hari ini. Mulai nabung emas rutin (autodebet) dan kelola investasi emas secara lebih tenang dan terencana sesuai kebutuhan Anda. #MelayaniSepenuhHati