Setoran Awal Haji Reguler: Berapa dan Dibayar ke Mana?

31 Desember 2025 - 31 Desember 2030

Bagikan:   

facebook twitter wa

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi impian jutaan umat Muslim di Indonesia. Namun, tingginya minat masyarakat untuk menunaikan haji membuat antrian keberangkatan semakin panjang dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, memahami setoran awal haji sejak dini menjadi langkah penting agar rencana ibadah dapat terwujud dengan lebih terencana.

Lalu, setoran awal haji reguler berapa, dibayar ke mana, dan apa manfaat yang didapatkan dari setoran tersebut? Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap, sekaligus memberikan panduan praktis melalui layanan tabungan haji Bank Syariah Indonesia (BSI).

 

Apa yang Dimaksud dengan Setoran Awal Haji?
Setoran awal haji adalah sejumlah dana yang wajib disetorkan oleh calon jemaah sebagai syarat pendaftaran haji reguler. Setoran ini berfungsi sebagai:

  • Bukti keseriusan pendaftaran haji
  • Syarat utama untuk memperoleh nomor porsi haji
  • Bagian dari total BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji)

Tanpa melakukan setoran awal, calon jemaah belum tercatat secara resmi dalam sistem pendaftaran haji nasional.

 

Setoran Awal Haji Reguler Berapa?
Pemerintah Indonesia menetapkan setoran awal haji reguler sebesar Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah).

Perlu dipahami bahwa:

  • Rp25 juta bukan biaya haji penuh
  • Dana ini merupakan pembayaran awal dari total biaya haji reguler
  • Digunakan sebagai dasar untuk mendapatkan antrian keberangkatan

Dengan kata lain, setoran awal adalah tiket masuk antrian haji.

 

Penjelasan Penting: Rp25 Juta + Apa yang Didapat?

Banyak masyarakat masih mengira setoran awal hanya sebatas “uang pendaftaran”. Padahal, manfaatnya jauh lebih besar.

Dengan menyetorkan Rp25 juta, calon jemaah akan memperoleh:

1. Nomor Porsi Haji Resmi

Nomor porsi adalah identitas antrian keberangkatan haji yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI. Nomor ini menentukan:

  • Urutan antrian
  • Estimasi tahun keberangkatan
  • Kepastian status sebagai calon jemaah haji reguler
  • Semakin cepat memperoleh nomor porsi, semakin cepat peluang berangkat haji.

2. Terdaftar dalam Sistem Haji Nasional (SISKOHAT)

Setelah setoran awal dibayarkan, data calon jemaah akan tercatat dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) yang dikelola Kemenag. Sistem ini menjamin:

  • Transparansi data jemaah
  • Keamanan dana setoran
  • Kepastian antrian secara nasional

3. Dana Menjadi Bagian dari BPIH

Setoran awal Rp 25 juta akan otomatis dihitung sebagai bagian dari BPIH. Ketika jadwal keberangkatan sudah mendekat, jemaah hanya perlu:

  • Melakukan pelunasan sisa biaya haji reguler
  • Menyesuaikan dengan ketentuan BPIH pada tahun berjalan
     

Setoran Awal Haji Dibayar ke Mana?

Setoran awal haji tidak dibayarkan langsung ke Kementerian Agama, melainkan melalui Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH yang telah ditunjuk pemerintah.

Salah satu bank yang dipercaya sebagai (BPS) BPIH adalah Bank Syariah Indonesia (BSI).

Alur Setoran Awal Haji melalui BSI:

  1. Membuka tabungan haji BSI
  2. Mengumpulkan dana hingga mencapai Rp 25 juta
  3. Proses pendaftaran haji dibantu oleh pihak bank
  4. Nomor porsi haji diterbitkan oleh Kemenag

Semua proses dilakukan sesuai prinsip syariah, aman, dan transparan.

 

Hubungan Setoran Awal, BPIH, dan Biaya Haji Reguler

Agar tidak keliru, berikut penjelasan singkatnya:

  • Setoran awal haji: Rp25 juta (dibayar di awal)
  • BPIH: Total biaya penyelenggaraan ibadah haji
  • Biaya haji reguler: BPIH dikurangi setoran awal, dibayarkan saat pelunasan
  • Dengan demikian, setoran awal bukan biaya tambahan, melainkan bagian dari keseluruhan biaya haji reguler.

 

Rekomendasi Produk BSI Tabungan Haji

Memenuhi setoran awal haji sebesar Rp25 juta membutuhkan perencanaan keuangan yang disiplin dan konsisten. Untuk itu, BSI menghadirkan produk tabungan haji yang tidak sekadar berfungsi sebagai tempat menyimpan dana, tetapi juga sebagai alat perencanaan ibadah jangka panjang yang dikelola sesuai prinsip syariah.

 

BSI Tabungan Haji Indonesia

BSI Tabungan Haji Indonesia dirancang sebagai rekening khusus untuk mengumpulkan dana haji secara bertahap hingga mencapai batas setoran awal haji reguler. Produk ini menekankan pada kedisiplinan menabung dan keamanan dana, sehingga sangat sesuai bagi nasabah yang ingin fokus pada tujuan ibadah.

Manfaat BSI Tabungan Haji :

  • Membantu nasabah mengalokasikan dana secara khusus untuk haji, terpisah dari kebutuhan harian
  • Menghindari penggunaan dana yang tidak sesuai tujuan
  • Menjadi rekening penghubung resmi ke sistem pendaftaran haji Kemenag

Keunggulan Layanan:

  • Menggunakan akad Mudharabah, di mana dana dikelola secara syariah dan berpotensi memperoleh bagi hasil
  • Setoran bersifat fleksibel, memungkinkan nasabah menyesuaikan kemampuan finansial
  • Dana tercatat aman dan transparan sebagai persiapan BPIH
  • Proses pendaftaran haji difasilitasi langsung oleh BSI saat saldo mencukupi

Dengan tabungan ini, nasabah tidak hanya menabung, tetapi juga membangun komitmen ibadah jangka panjang. Setiap setoran menjadi langkah nyata menuju kepemilikan nomor porsi haji.

 

BSI Tabungan Haji Muda Indonesia

Berbeda dengan tabungan haji konvensional, BSI Tabungan Haji Muda Indonesia dirancang untuk nasabah usia muda atau orang tua yang ingin mempersiapkan haji bagi anak sejak dini. Fokus produk ini bukan sekadar menabung, melainkan mengamankan antrian keberangkatan sejak awal kehidupan finansial.

Manfaat Layanan BSI Tabungan Haji Muda Indonesia : 

  • Membantu keluarga merencanakan haji dalam jangka sangat panjang
  • Memberikan kesempatan memperoleh nomor porsi haji di usia produktif
  • Mengurangi beban finansial di masa mendatang

Keunggulan Layanan :

  • Dapat dibuka sejak usia anak-anak
  • Setoran ringan sehingga cocok untuk menabung rutin
  • Pengelolaan dana berbasis syariah dan transparan
  • Terintegrasi dengan sistem haji nasional saat saldo telah memenuhi syarat

Dengan memulai tabungan sejak muda, calon jemaah tidak hanya mempersiapkan dana, tetapi juga waktu antrian. Hal ini menjadi keunggulan signifikan mengingat masa tunggu haji reguler yang panjang.

 

Integrasi BSI Tabungan Haji dengan Sistem Pendaftaran Haji

Salah satu keunggulan utama BSI Tabungan Haji adalah integrasi langsung dengan sistem Kementerian Agama. Artinya, ketika saldo tabungan telah mencapai Rp 25 juta, proses berikutnya menjadi lebih efisien :

  • Pendaftaran dilakukan tanpa perlu memindahkan dana ke bank lain
  • Data nasabah diproses secara resmi dan aman
  • Nomor porsi diterbitkan secara sah oleh Kemenag

Hal ini memberikan ketenangan dan kepastian bagi nasabah bahwa proses setoran awal hingga pendaftaran haji berjalan sesuai ketentuan.

 

BSI Tabungan Haji sebagai Bagian dari Perencanaan Keuangan Syariah

BSI Tabungan Haji bukan hanya produk simpanan, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan syariah yang lebih luas. Dengan memisahkan dana haji sejak awal, nasabah dapat :

  • Mengatur prioritas keuangan dengan lebih baik
  • Menjaga niat ibadah agar tidak tertunda
  • Menghindari tekanan finansial saat mendekati masa keberangkatan

Perencanaan yang matang sejak dini akan memberikan ketenangan, baik secara finansial maupun spiritual.

 

Menyempurnakan Ikhtiar dengan Berbagi

Sebagai pelengkap ikhtiar, BSI juga menghadirkan BYOND by BSI yang memudahkan nasabah untuk berdonasi. Di tengah proses mengumpulkan setoran awal, nasabah tetap dapat:

  • Menyalurkan sedekah secara digital
  • Mendukung program sosial dan kemanusiaan
  • Menjadikan persiapan haji lebih bermakna

Karena ibadah terbaik adalah yang disertai kepedulian kepada sesama.

Mulai kumpulkan setoran awal bersama tabungan haji BSI dan amankan langkah menuju nomor porsi haji sejak sekarang.

#MelayaniSepenuhHati

#LangkahEmasBSI


Promo