7 Januari 2026 | Berita
Jakarta, 6 Januari 2026. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menjalin kerjasama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia. Kerjasama strategis ini dilaksanakan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman/ MoU sebagai bagian dari komitmen kedua belah pihak dalam menghadirkan pembiayaan proyek Efisiensi Energi (EE) yang lebih luas di Indonesia melalui model de-risking yang menggabungkan kontrak standar, validasi teknis independen, dan asuransi performa (surety bond).
Proyek Efisiensi Energi (EE) ini dilakukan melalui model Energy Savings Insurance (ESI). Melalui model ESI ini dapat dijadikan referensi bagi pengembangan produk pembiayaan hijau atau efisiensi energi, sejalan dengan komitmen keberlanjutan yang telah dijalankan.
“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance (ESI) ini, kami harapkan dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon dan mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060”, ujar Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta.
Bob mengatakan “Komitmen ini menandai konsistensi perusahaan untuk mengimplementasikan aspek Environmental, Social, & Governance (ESG) dalam bisnis operasional serta memberikan dampak nyata terhadap pembiayaan berkelanjutan”.
Berbagai program dan produk ramah lingkungan terus dikembangkan guna mewujudkan visi keberlanjutan BSI, “The Best Global Islamic Bank Based on Implementation of Sustainable Finance”. Di antaranya, portofolio pembiayaan berkelanjutan sebanyak 24,60% dari total pembiayaan yang telah disalurkan, yakni Rp73,16 Triliun per September 2025. Selain itu, BSI telah melakukan penerbitan Sukuk Sustainability dengan dua tahap. Tahap pertama dan kedua Sukuk Sustainability yang diterbitkan berturut-turut sebanyak Rp 3 Triliun dan 5 Triliun pada tahun 2024 dan 2025 serta berbagai inovasi keberlanjutan yang telah BSI laksanakan.
MoU tersebut ditandatangani oleh SVP of ESG BSI, Rima Dwi Permatasari, dengan Sustainable Finance Senior BASE, Pablo Osés Bermejo, serta penyerahan MoU tersebut disaksikan oleh Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta, Wakil Menteri Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal EBTKE KESDM, Kepala Badan Standardisasi Kementerian Perindustrian, dan Departemen Surveilans dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK. MoU ini sebagai tonggak awal untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dalam program UK PACT, UK Partnering for Accelerated Climate Transitions. UK PACT merupakan program pendanaan kerjasama internasional Pemerintah Inggris (melalui British Embassy Jakarta) dan Pemerintah Indonesia (melalui Direktorat Jenderal EBTKE KESDM) untuk mendukung Indonesia dalam melakukan transisi menuju ekonomi rendah karbon.