2 September 2026 | Berita
Bogor, 2 September 2026. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) konsisten mendorong pertumbuhan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia, salah satunya di lingkungan kampus yang menjadi sasaran untuk menjadikan anak-anak muda yang tangguh dan teredukasi dengan baik mengenai finansial.
Hari ini (2/9), BSI menghadirkan Gerai CERDAS PeKA (Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia – Peduli, Kenali, Adukan) di lingkungan IPB University. Kehadiran gerai ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Bank Indonesia, PERBANAS, IPB University, dan BSI melalui Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK).
"Gerai CERDAS PeKA di IPB University menjadi pilot project yang ditujukan untuk membangun ekosistem keuangan yang aman dan inklusif sekaligus mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki literasi serta ketahanan finansial yang kuat. Inisiatif ini juga menjadi bentuk dukungan BSI terhadap upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko di era digital".ujar SEVP Retail & Consumer Risk BSI Firman Jatnika.
"Saat ini BSI telah masuk dalam jajaran top 5 bank nasional dan memiliki 24,3 juta nasabah.Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab sekaligus tantangan untuk menjaga kepercayaan public terhadap BSI. Untuk itu, kami terus bertransformasi dengan menghadirkan berbagai layanan bank syariah maupun sebagai bank emas/bullion bank. Tantangan selanjutnya adalah keluhan dan ekspektasi nasabah terhadap BSI. Untuk itu hadirnya Gerai CERDAS PeKA di IPB bisa menjadi salah satu solusi mendekat ke nasabah," ujarnya
Perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan yang besar dalam ekosistem transaksi keuangan. Generasi muda, termasuk mahasiswa, menjadi kelompok yang aktif dan adaptif dalam memanfaatkan perkembangan tersebut. Namun, di balik kemudahan digitalisasi, terdapat tantangan berupa meningkatnya berbagai risiko kejahatan siber, seperti fraud, scam, phishing, hingga jeratan judi online.
"Bagi BSI, pelindungan konsumen tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga merupakan bagian dari nilai dan tanggung jawab sebagai bank syariah. Dalam Islam, harta merupakan amanah yang harus dijaga. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan penting dalam maqashid syariah, yaitu hifzh al-mal, atau menjaga dan melindungi harta," ungkap Firman.
Menjaga amanah, lanjut BSI, bukan hanya memastikan transaksi berjalan dengan baik, tetapi juga memastikan nasabah memperoleh informasi yang benar, memahami risiko, mendapatkan perlakuan yang adil, serta terlindungi dari berbagai potensi kerugian. “Di sinilah pentingnya Gerai CERDAS PeKA. Kami ingin fungsi pelindungan konsumen tidak hanya hadir ketika masalah sudah terjadi, tetapi hadir lebih awal melalui edukasi, membangun kesadaran menjaga rahasia data pribadi nasabah dimulai dari diri sendiri," ujarnya.
Mahasiswa diharapkan bisa menjadi change of agent di level anak-anak muda. Semakin banyak mahasiswa teredukasi cara mengelola keuangan dengan baik, maka harapannya bisa mendorong Indonesia yang lebih maju kedepannya," ujar Firman.
Komitmen terhadap pelindungan konsumen dan peningkatan literasi keuangan ini juga sejalan dengan langkah Indonesia dalam menyongsong transformasi Danantara Indonesia. Dalam visi konsolidasi kekuatan ekonomi dan pengelolaan investasi nasional tersebut, BSI mengambil peran proaktif sebagai pilar perbankan syariah yang tangguh. Transformasi ekonomi nasional hanya dapat berjalan secara optimal apabila didukung oleh ekosistem keuangan yang aman dan inklusif serta generasi muda yang memiliki literasi dan ketahanan finansial yang kuat.
Melalui Gerai CERDAS PeKA di IPB University, BSI berharap edukasi pelindungan konsumen dapat semakin dekat dengan generasi muda dan menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta keberdayaan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan transaksi keuangan di era digital.